ILMU KESEHATAN, PEDOMAN PENGOBATAN DASAR. Bantu kami untuk menyempurnakan konten situs ini. Kirimkan masukan saudara/i ke email redaksi@refsee.co.id.

Pedoman Pengobatan Influenza

+ No comment yet


Defenisi
Influenza tergolong infeksi saluran nafas akut (ISPA) yang biasanya terjadi dalam bentuk epidemi. Disebut common cold atau selesma bila gejala di hidung lebih menonjol, sementara "influenza" dimaksudkan untuk kelainan yang disertai faringitis dengan tanda demam dan lesu yang lebih nyata.

Penyebab
Banyak macam virus penyebabnya, antara lain Rhinovirus, Coronavirus, virus influenza A dan B, Parainfluenza, Adenovirus. Biasanya penyakit ini sembuh sendiri 3-5 hari.

Gambaran Klinis
  • Gejala sistemik khas berupa gejala infeksi virus akut yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, dan nafsu makan hilang, disertai gejala lokal berupa rasa menggelitik sampai nyeri tenggorokan, kadang batuk kering, hidung tersumbat, bersin dan ingus encer.
  • Tenggorokan tampak hiperemia.
  • Dalam rongga hidung tampak konka yang sembab dan hipermia.
  • Sekret dapat bersifat serius, seromukus atau mukopurulen bila ada infeksi sekunder.

Diagnosis
  • Untuk mengetahui konflikasi perlu dilakukan pemeriksaan: askultasi paru, status telinga pada anak, EKG pada yang ngeluh nyeri dada.

Penatalaksanaan
  • Anjuran istirahat dan banyak minum sangat penting pada influenza ini. Pengobatan simtomatis diperlukan untuk menghilangkan gejala yang terasa berat atau mengganggu.
  • Parasetamol 500 mg 3x sehari atau asetosal 300 - 500 mg 3x sehari baik untuk menghilangkan nyeri dan demam.
  • Untuk anak dosis parasetamol adalah: 10 mg/kg BB/kali, 3-4 kali sehari
  • Anti biotik hanya diberikan bila terjadi infeksi sekunder.

Pedoman Pengobatan Abses Gigi

+ No comment yet


Definisi
Pengumpulan nanah yang telah menyebar dari sebuah gigi ke jaringan di sekitarnya, biasanya berasal dari suatu infeksi.

Penyebab
Abses ini terjadi dari infeksi gigi yang berisi cairan (nanah) dialirkan ke gusi sehingga gusi yang berada didekat gigi tersebut membengkak.

Gambaran Klinis
  • Pada pemeriksaan tampak pembengkakan disekitar gigi yang sakit bila abses terdapat di gigi depan atas, pembengkakan dapat ke kelopak mata, sedangkan abses gigi belakang atas menyebabkan bengkak sampai ke pipi. Abses gigi bawah menyebabkan bengkak sampai ke dagu atau telinga dan submaksilaris.
  • Penderita kadang demam, kadang tidak dapat membuka mulut lebar.
  • Gigi goyah dan sakit saat mengunyah.

Diagnosis
Pembengkakan gusi dengan tanda peradangan disekitar gigi yang sakit.

Penatalaksanaan
  • Pasien dianjurkan berkumur dengan air hangat.
  • Simtometik : Parasetamol (bila diperlukan)
    Dewasa         : 500 mg 3x sehari
    Anank-anak  : 250 mg 3x sehari
  • Jika jelas ada infeksi, dapat diberikan amoksilin selama 5 hari.
    Dewasa         : 500 mg 3x sehari
    Anak-anak     : 250 mg 3x sehari
  • Bila ada indikasi, gigi harus dicabut setelah infeksi reda dan rujuk ke dokter gigi.

Pedoman Pengobatan Abortus

+ No comment yet

Defenisi 
Terhentinya proses kehamilan sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 22 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram.

Penyebab
Sebagian besar disebabkan karena kelainan kromosom hasil konsepsi. Beberapa penyebab lain adalah trauma, kelainan alat kandungan dan sebab yang tidak diketahui.

Gambaran Klinis
  • Adanya gejala kehamilan (terlambat haid, mual/muntah pada pagi hari) yang disertai pendarahan pervaginam (mulai bercak sampai bergumpal) dan atau nyeri perut bagian bawah, mengarahkan diagnosis abortus.
  • Abortus Immineus (Ancaman Keguguran)
    Ditandai dengan pendarahan pervaginam sedikit, nyeri perut tidak ada atau sedikit. Belum ada pembukaan serviks.
  • Abortus Insipiens (Keguguran sedang berlangsung)
    Pendarahan pervaginam banyak (dapat sampai bergumpal-gumpal), nyeri perut hebat, terdapat pembukaan serviks. Kadang-kadang tampak jaringan hasil konsepsi di ostium serviks.
  • Abortus Inkompletus (Keguguran tidak lengkap)
    Pendarahan pervaginam banyak, nyeri perut sedang sampai hebat, riwayat keluar jaringan hasil konsepsi sebagian, ostium serviks bisa masih terbuka atau mulai tertutup.
  • Abortus Kompletus (Keguguran Lengkap)
    Pendarahan pervaginum mulai berkurang - berhenti, tanpa nyeri perut, ostium serviks sudah tertutup. Riwayat keluar jaringan hasil konsepsi utuh, seluruhnya.
  • Missed Abortion (Keguguran yang tertahan)
    Abortus dengan hasil konsepsi tetap tertahan intra uterin selama 2 minggu atau lebih. Riwayat pendarahan pervaginam sedikit, tanpa nyeri perut, ostium serviks masih tertutup. Pembesaran uterus tidak sesuai (lebih kecil) dari usia gestasi yang seharusnya.

Diagnosis
  • Terlambat Haid (amenorhea) kurang dari 22 minggu.
  • Pendarahan pervaginam, mungkin disertai jaringan hasil konsepsi.
  • Rasa nyeri di daerah atas simpisis.
  • Pembukaan ostium serviks.
     
Penatalaksanaan

Pada puskesmas Non Perawatan :  
  • Abortus Immineus
    • Tirah baring sedikitnya 2 - 3 hari (sebaiknya rawat inap).
    • Pantang senggama
    • Setelah tirah baring 3 hari, evaluasi ulang diagnosis, bila masih abortus imminens tirah baring dilanjutkan.
    • Mobilisasi bertahap (duduk - berdiri - berjalan) dimulai apabila diyakini tidak ada pendarahan pervaginam 24 jam.
  • Abortus Tingkat Selanjutnya
    • Bila mungkin lakukan stabilisasi keadaan umum dengan pembebasan jalan nafas , pemberian oksigensi (O2 2-4 liter per menit) pemasangan cairan intavena kristaloid (Ringer Laktat/Ringer Asetat/NaCI 0,9%) sesuai pedoman resusitasi.
    • Pasien dirujuk setelah tanda vital dalam batas normal ke puskesmas perawatan atau RS.
Pada Puskesmas Perawatan
  • Abortus Immineus
    • Seperti puskesmas non perawatan
  • Abortus Insipiens
    • Antibiotika profilaksis : Ampisilin i.v sebelum tindakan kuretase.
    • Perlu segera dilakukan pengeluaran hasil konsepsi dan pengosongan kavum uteri. Dapat dilakukan dengan abortus tang, sendok kuret dan kurep hisap.
    • Uterotenika : Oksitosin 10 UI i.m
  • Abortus Inkompletus
    • Perlu segera dilakukan pengosongan kavum uteri. Dapat dilakukan dengan abortus tang, sendok kuret, dan kuret hisap.
    • Segera atasi ke gawat darurat.
      1. Oksigen 2-4 liter/menit
      2. pemberian cairan i.v kristoloid (NaCI 0,9%, Ringer Laktat, Ringer Asetat)
      3. Transfusi bila Hb kurang dari < 8 g/dl.
  • Abortus Kompletus
    • Evaluasi adalah komplikasi abortus (anemia dan infeksi)
    • Apabila dijumpai komplikasi, penatalaksanaan disesuaikan
    • Apabila tanpa komlikasi, tidak perlu penatalaksanaan khusus.
  • Missed Abortion
    • Evaluasi hematologi rutin (hemoglobin, hematokrit, leukosit, trombosit) dan uji hemostasis (fibrinogen, waktu pendarahan, waktu pembekuan).
    • Bila terjadi gangguan faal hemostasis dan hipofibrinogenemia, segera rujuk di rumah sakit yang mampu untuk tranbusi trombosit / Buffy-Coat dan komponen darah lainya.
    • Hasil konsepsi perlu dievakuasi dari kavum uteri. Dilaksanakan setelah dipastikan tidak terdapat gangguan faal hemostasis.